Teks Sumpah Pemuda Dan Sejarah

Membaca kembali Teks Sumpah Pemuda seakan menggelitik imajinasi saya untuk menyusuri kembali sejarah Sumpah Pemuda, meski sekedar mengumpulkan keping-keping informasi dan menggabungkannya menjadi suatu alur kisah sejarah versi imajinasi saya sendiri. Bagi saya pribadi Sumpah Pemuda bukan sekedar peringatan hari besar kenegaraan yang secara rutin dilaksanakan setiap tanggal 28 oktober, karena jauh dari pada itu Sumpah Pemuda mengandung jati diri, semangat, dan janji mulia para founding fathers negara ini sebagai awal mula pergerakan hingga akhirnya pada 17 Agustus 1945 naskah teks proklamasi pun berkumandang menandai kemerdekaan NKRI dari penjajahan. Apakah cukup sampai disitu?

Teks Sumpah Pemuda
Berada di zaman serba modern dimana sikap apatis dan individualisme sangat berkuasa dengan dukungan teknologi canggih, sangat sulit bagi saya untuk memahami peristiwa 27-28 Oktober 1928 saat para pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan di Indonesia berkumpul menyatukan visi dan misi perjuangan meski berasal dari suku bangsa, agama dan ras berbeda. Perbedaan, yang akhir-akhir ini seringkali menjadi alasan untuk melegalkan penindasan, perkelahian, atau perpecahan, dahulu kala menjadi senjata paling ampuh dalam perjuangan. Tak heran jika Bhineka Tunggal Ika dalam genggaman kaki burung Garuda Pancasila kemudian menjadi kalimat magis yang dijunjung tinggi sebagai pondasi kokoh berdirinya bangsa ini.

Namun apa lacur, hari-hari ini dimana-mana diberitakan terjadi aksi teror, kasus penindasan terhadap kelompok tertentu, kasus tawuran pelajar, kasus korupsi dan penyelewengan dana untuk masyarakat, dan lain sebagainya. Semangat Sumpah Pemuda seakan luntur oleh kepentingan pribadi generasi penerus bangsa yang hanya memikirkan diri sendiri dan kelompoknya semata. Lalu apa bagaimana nasib Negara Kesatuan Republik Indonesia nantinya?

Naskah Teks Sumpah Pemuda

SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

Sejarah Sumpah Pemuda
Saya yakin sobat Blog Cinta sudah pada tahu kalau Teks Sumpah Pemuda itu dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928, saat para wakil berbagai organisasi pemuda berkumpul dalam Kongres Pemuda (27 - 28 Oktober 1928) di sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat, saat itu Jakarta masih disebut Waltervreden. Rumah tersebut adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong. Sebelum teks Soempah Pemoeda dibacakan, terlebih dahulu diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.

Pada tanggal 3 April-20 Mei 1973 Gedung Kramat 106 sempat dipugar oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta dan diresmikan sebagai Gedung Sumpah Pemuda pada 20 Mei 1973 oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974.

Rumusan Kongres Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo, saat itu Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan). Sambil menyodorkan secarik kertas tersebut Moehammad Yamin berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (artinya Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini). Soegondo pun setuju dan membubuhi paraf pada rumusan kongres tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Moehammad Yamin.

Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java,  Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie namun sampai saat ini tidak diketahui latar belakang organisasi yang mengutus mereka. Ada pula Kwee Thiam Hiong yang hadir sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah Pemuda Keturunan Arab.

Panitia Kongres Pemoeda :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Peserta :

  1. Abdul Muthalib Sangadji
  2. Purnama Wulan
  3. Abdul Rachman
  4. Raden Soeharto
  5. Abu Hanifah
  6. Raden Soekamso
  7. Adnan Kapau Gani
  8. Ramelan
  9. Amir (Dienaren van Indie)
  10. Saerun (Keng Po)
  11. Anta Permana
  12. Sahardjo
  13. Anwari
  14. Sarbini
  15. Arnold Manonutu
  16. Sarmidi Mangunsarkoro
  17. Assaat
  18. Sartono
  19. Bahder Djohan
  20. S.M. Kartosoewirjo
  21. Dali
  22. Setiawan
  23. Darsa
  24. Sigit (Indonesische Studieclub)
  25. Dien Pantouw
  26. Siti Sundari
  27. Djuanda
  28. Sjahpuddin Latif
  29. Dr.Pijper
  30. Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
  31. Emma Puradiredja
  32. Soejono Djoenoed Poeponegoro
  33. Halim
  34. R.M. Djoko Marsaid
  35. Hamami
  36. Soekamto
  37. Jo Tumbuhan
  38. Soekmono
  39. Joesoepadi
  40. Soekowati (Volksraad)
  41. Jos Masdani
  42. Soemanang
  43. Kadir
  44. Soemarto
  45. Karto Menggolo
  46. Soenario (PAPI & INPO)
  47. Kasman Singodimedjo
  48. Soerjadi
  49. Koentjoro Poerbopranoto
  50. Soewadji Prawirohardjo
  51. Martakusuma
  52. Soewirjo
  53. Masmoen Rasid
  54. Soeworo
  55. Mohammad Ali Hanafiah
  56. Suhara
  57. Mohammad Nazif
  58. Sujono (Volksraad)
  59. Mohammad Roem
  60. Sulaeman
  61. Mohammad Tabrani
  62. Suwarni
  63. Mohammad Tamzil
  64. Tjahija
  65. Muhidin (Pasundan)
  66. Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
  67. Mukarno
  68. Wilopo
  69. Muwardi
  70. Wage Rudolf Soepratman
  71. Nona Tumbel

Ingatlah bahwa tinta emas sejarah perjuangan para pendahulu bangsa ini dibayar dengan tetesan darah dan keringat yang tak ternilai harganya. Naskah teks Sumpah Pemuda dan sejarah Sumpah Pemuda kiranya tidak hanya menghiasi buku-buku pelajaran sejarah semata, tetapi menjadi cambuk pelecut bahwa perjuangan belumlah tuntas. Pemuda pemudi masa kini punya tanggung jawab menyelesaikan impian bangsa ini yaitu menyatukan seluruh elemen bangsa dalam satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa. Mari lawan korupsi, hentikan pertikaian dan perpecahan, serta jauhkan diri dari isu SARA. Merdeka! I Love Indonesia.

3 komentar:

cikal bkal kemerdekaan berwal dri sumpah pemuda

smg para semngat para pemuda bsa menular kpda para pemuda zaman skrng agar indonesia mnjdi negri yg berkualitas

Poskan Komentar